Berainarpos.id, Tembilahan, 11 Juni 2026 – Kabar menggembirakan datang dari Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) di momen peringatan Hari Jadi ke-61 dan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30. Angka stunting di daerah yang sebelumnya menjadi yang tertinggi se-Provinsi Riau menunjukkan tren penurunan signifikan dalam dua tahun terakhir.
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan setempat, jumlah balita stunting di Inhil berhasil ditekan dari 853 anak pada Agustus 2025 menjadi hanya 525 anak pada Februari 2026 . Capaian ini tidak lepas dari berbagai program inovatif yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Inhil melalui Gerakan GINTAS (Gerakan Indragiri Hilir Atasi Stunting) .
Dari Tertinggi se-Riau Menuju Tren Positif
Perjuangan menekan angka stunting di Inhil memang tidak mudah. Pada tahun 2024, prevalensi stunting kabupaten ini sempat menyentuh angka 25 persen, menempatkannya sebagai kabupaten dengan kasus stunting tertinggi di Provinsi Riau . Bahkan, sempat terjadi peningkatan dari 18,8 persen di tahun 2023 menjadi 25 persen di tahun 2024 .
Namun, berbagai evaluasi dan intervensi yang dilakukan mulai membuahkan hasil. Data menunjukkan penurunan jumlah kasus dari 625 kasus pada Desember 2024 menjadi 515 kasus pada Desember 2025 . Tren positif ini terus berlanjut hingga awal 2026.
Wakil Bupati Inhil, Yuliantini, mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian ini. "Kita patut bersyukur karena terjadi penurunan, namun upaya ini tidak boleh berhenti. Kita harus tetap bekerja dan terus berbuat secara konsisten dan berkelanjutan," ujarnya dalam Rencana Kerja Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting beberapa waktu lalu .
Poliklinik Stunting: Garda Terdepan Penanganan
Untuk mempertahankan dan mempercepat tren penurunan ini, Pemerintah Kabupaten Inhil resmi meresmikan Poliklinik Stunting di RSUD Puri Husada Tembilahan, Kamis (11/6/2026). Peresmian ini dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Yuliantini yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Inhil .
Dalam sambutannya, Yuliantini menegaskan komitmen serius pemerintah daerah. "Kabupaten Indragiri Hilir memiliki komitmen yang sangat tegas dan tidak main-main dalam menyelamatkan masa depan generasi muda kita. Stunting bukan sekadar masalah tinggi badan, tetapi merupakan ancaman nyata terhadap perkembangan otak, kecerdasan, dan produktivitas anak-anak kita di masa depan," tegasnya .
Poliklinik ini menjadi bagian dari rantai rujukan medis yang komprehensif, mulai dari Posyandu, Puskesmas, hingga pelayanan lanjutan di rumah sakit dengan dukungan dokter spesialis anak dan ahli gizi.
Kebijakan Terobosan: Layani Tanpa Syarat BPJS
Salah satu instruksi paling kontroversial sekaligus revolusioner yang disampaikan Yuliantini adalah kebijakan pelayanan tanpa syarat bagi anak-anak terindikasi stunting.
"Saya tegaskan kepada manajemen RSUD Puri Husada Tembilahan, bagi anak-anak yang terindikasi stunting namun belum memiliki atau tidak aktif BPJS Kesehatannya, rumah sakit harus siap menerima rujukan terlebih dahulu agar mereka segera mendapatkan pelayanan. Jangan sampai persoalan administrasi menghambat upaya penyelamatan masa depan anak-anak kita," tegasnya .
Inovasi Lainnya: Dari SI BESTI hingga Sedekah Telur
Selain Poliklinik Stunting dan kebijakan prioritas BPJS, Pemkab Inhil telah meluncurkan sejumlah program inovatif dalam payung GINTAS:
1. SI BESTI (Stimulasi Integrasi Balita Risiko Stunting) - Program yang berfokus pada intervensi tumbuh kembang anak sejak dini melalui stimulasi yang diberikan orang tua atau pengasuh .
2. Program "Kasih Terdahsyat" (Kita Amalkan Sedekah Dua Butir Telur di Hari Jumat) - Program sosial pemberian 2 butir telur setiap Jumat kepada balita stunting dan keluarganya .
3. Aplikasi Posyandu "Satu Inhil" - Digitalisasi layanan posyandu untuk memudahkan pemantauan tumbuh kembang balita secara real-time.
Ketua TP PKK Kabupaten Inhil yang juga Wakil Ketua TPPS, Hj. Katerina Susanti, menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat mengenai pola asuh, kesehatan, dan pemenuhan gizi anak .
"Stunting masih menjadi tantangan besar bagi kita di Inhil. Ini bukan hanya tugas Dinas Kesehatan, tapi tugas kita bersama, baik pemerintah, masyarakat, maupun tokoh masyarakat, untuk bersama-sama mengatasinya," ujar Katerina dalam sebuah kesempatan .
Dengan berbagai gebrakan dan komitmen kuat seluruh pemangku kepentingan, target menekan angka stunting di Kabupaten Indragiri Hilir optimistis dapat tercapai, mewujudkan generasi Inhil yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang.(***)


0 Komentar